Filipina akan beli helikopter AS, bukan Rusia, karena hukuman AS

Manila (ANTARA News) – Filipina akan membeli 16 helikopter Black Hawk dari Sikorsky Aircraft Corp seharga 240 juta dolar, menghindari peralatan Rusia – yang lebih murah – karena hukuman Amerika Serikat terhadap ekspor militer Rusia, kata kepala pertahanan Filipina pada Jumat.

Filipina semula setuju membeli 16 helikopter Bell 412 dari Kanada tapi kesepakatan itu dibatalkan pada Februari sesudah Kanada menyatakan keprihatinan bahwa pesawat tersebut dapat digunakan untuk memerangi pemberontak.

Filipina kemudian mempertimbangkan beberapa helikopter lain, termasuk S-70 Black Hawk Sikorsky, Mi-171 Rusia, Surion Korea Selatan, dan AW139 Agusta Westland.

Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana menyatakan angkatan udara akan menandatangani perjanjian pada awal tahun depan untuk 16 Black Hawk, meskipun Rusia menawarkan harga terendah kedua.

“Tapi, sangat sulit untuk membayar mereka karena hukuman Amerika Serikat,” kata Lorenzana kepada wartawan di acara keamanan.

Baca juga: Trump sebut hubungan dengan Filipina amat penting bagi militer

Baca juga: Duterte upayakan perpanjangan darurat militer di Filipina Selatan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada tahun lalu menandatangani undang-undang menghukum Rusia karena mencaplok Krimea dari Ukraina pada 2014, mendukung pemerintah Suriah dan dugaan ikut campur dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. Semua tuduhan itu ditolak Kremlin.

Sekutu Amerika Serikat, seperti, Filipina -yang membeli senjata dan peralatan dari Rusia, pembuat kedua terbesar senjata di dunia- juga akan dihukum dan akan mengalami gangguan dalam pengiriman senjata tersebut.

S-70 digolongkan sebagai helikopter serbaguna.

Angkatan udara Filipina juga berusaha memperhingga 10 helikopter serang pada tahun depan.

Filipina menghabiskan 300 miliar peso (84 triliun rupiah) selama lima tahun ke depan untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya, menggantikan kapal perang masa Perang Dunia II dan pesawat tempur dan helikopter kuno zaman Perang Vietnam.

Filipina baru-baru ini mendapatkan 12 pesawat tempur ringan dari Korea Selatan, kapal perbekalan dari Indonesia, dan kendaraan lapis baja serta peluru kendali kapal dari Israel.

Editor: Boyke Soekapdjo

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018